Backup, Uninstall, Restore? 3 March 2011
Posted by dinda in Software, Tips & Tricks.Tags: android, root uninstaller, titanium backup
trackback
Awalnya gara-gara saya baru pake HTC Evo dan belom sempat donlod custom ROM, jadi saya utak-atik ROM bawaannya aja. Ternyata ROM bawaan Sprint berisi banyak banget bloatware yang saya ngga butuh. Saya sebenernya pengen uninstall aplikasi-aplikasi bawaan itu, tapi takut sistemnya jadi ngga stabil. Lalu saya pake Titanium Backup untuk backup aplikasi bawaan, habis itu saya uninstall. Setelah ngebersihin sekian belas file (termasuk HTC Peep), ternyata twitter widget jadi corrupt. Waduh, pikir saya, musti direstore nih. Saya buka lagi Titanium Backup, sorot ke HTC Peep, dan ternyata tidak ada tombol restore sodara-sodaraaa…
Di sini saya baru tau, bahwa aplikasi yang (sebenernya) saya butuhkan adalah Root Uninstaller. Root Uninstaller akan membuat backup *.apk dari aplikasi yang ada (termasuk aplikasi bawaan/system), lalu meng-uninstallnya, jadi ngga menuh-menuhin memori. Klo nanti terjadi error, saya tinggal buka folder Root Uninstaller, trus install ulang aplikasi yang dibutuhkan. Di Titanium Backup ini ngga bisa dilakukan untuk aplikasi bawaan/system, yang bisa dilakukan adalah mem-freeze aplikasi tadi supaya dia ngga bisa running.
Jadi, klo saya boleh ambil simpulan singkat, selain fungsi install-uninstall standar, Titanium Backup berguna untuk:
-
Backup (seluruh) aplikasi + data, tanpa uninstall, untuk kemudian di-restore.
-
Mindahin (seluruh) aplikasi ke memory card
-
Freeze aplikasi bawaan/system
-
Membuat apk dari aplikasi yang kita inginkan, kecuali aplikasi bawaan/system
Sementara Root Uninstaller berguna untuk
-
Membuat apk dari aplikasi yang kita inginkan, termasuk aplikasi bawaan/system
-
Uninstall aplikasi bawaan/system
Jadi jangan salah pilih yaaa
Comments»
No comments yet — be the first.